Jumat, 29 November 2013

Berita Hangat

Bondo, Pesona Pantai Jepara yang Tersembunyi

Posted: 30/11/2013 10:34

Citizen6, Jepara: Jelajah pantai, Jepara memang tempatnya. Beberapa pantai Jepara menawarkan keindahan serta kenikmatan berenang sambil bermain pasir putih. Dengan banyaknya area pantai di Jepara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara belum mampu mengelola semuanya. Sejauh ini, hanya Pantai Bandengan, Kartini, dan Benteng Portugis yang ditangani Pemkab Jepara. Meski demikian, pantai lain tak lantas diabaikan para wisatawan.

Pantai Bondo terkesan 'tersembunyi', karena dalam perjalanan menuju ke pantai kita akan disuguhi pemukiman penduduk, kemudian kita juga akan melewati hutan jati. Kabarnya hutan jati ini semakin berkurang karena ditebang dan dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Untuk memasuki wilayah Pantai Bondo, kita tidak perlu membayar tiket masuk atau tiket parkir.Pantai Bondo, satu pantai yang letaknya cukup jauh dari Jepara, tepatnya di Desa Bondo, Kecamatan Bangsri. Diperlukan waktu kurang lebih 45 menit jika ditempuh dari pusat kota untuk sampai ke pantai ini. Mengunjungi Pantai Bondo bisa menjadi alternatif menikmati alam yang belum tersentuh pengelolaan pemerintah. Jelang Lebaran, wisatawan yang sudah kenal area Jepara tak jarang menjadikan Pantai Bondo sebagai tujuan.
Sesampainya di sana, pasir putih seakan menyambut, dan ombak kecil pun mulai menyapa. Di Pantai Bondo, kita bisa berendam di air laut. Lautnya yang dangkal dan airnya yang jernih memperlengkap kenikmatan berkunjung di pantai ini. Tempat bilas juga tersedia bagi para wisatawan yang ingin membilas tubuh setelah berenang.
Sepanjang mata memandang, laut biru selalu menarik perhatian. Garis batas serasa meminta untuk ditarik. Sembari menikmati indahnya pantai, kita bisa juga menikmati makanan-makanan ringan yang dijual oleh warung-warung di pinggir pantai milik penduduk setempat. Menyenangkan bukan? Jika memang Anda pencinta pantai, jangan lupa berkunjung ke Pantai Bondo ini. (Petrus Teguh Kurniawan/mar)
Petrus Teguh Kurniawan adalah pewarta warga.
Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas atau opini Anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com.

Sekilas tentang UFO

Benda Terbang Aneh (disingkat BETA; identik dengan makna dari istilah bahasa Inggris: Unidentified Flying Object disingkat UFO) atau seringkali disebut sebagai benda terbang tak dikenal adalah istilah yang digunakan untuk seluruh fenomena penampakan benda terbang yang tidak bisa diidentifikasikan oleh pengamat dan tetap tidak teridentifiksai walaupun telah diselidiki.

UFO

Jumat, 22 November 2013

Roket Masa Depan NASA Diuji di Terowongan Angin

Dalam membuat suatu model kendaraan seperti roket, ilmuwan tidak harus melakukan pengujian dengan menerbangkan roket sungguhan ke langit tapi cukup dengan mensimulasikan penerbangannya di dalam terowongan angin. Hal itu untuk mengetahui seberapa besar pengaruh angin terhadap model roket yang dibuat. Itulah yang dilakukan oleh NASA di NASA's Ames Research Center di Moffett Field, California dengan menguji desain roket masa depan mereka, SLS (Space Launch System).

Roket SLS sangatlah penting bagi NASA sebab roket itu adalah generasi penerus dari pesawat ulang alik yang mereka pensiunkan beberapa waktu lalu. Roket SLS diklaim memiliki kemampuan tinggi dengan biaya yang sangat murah dan hemat. Biaya yang hemat ini selanjutnya dapat digunakan untuk membiayai misi-misi NASA yang lain. Kemampuan SLS dengan kapsul Orion sebagai modulnya, dinilai mampu untuk membawa astronot menuju asteroid dan planet Mars dan misi-misi jauh lainnya.

tes diterowongan angin akan membuat para insiyur NASA mengetahui bagaimana pengaruh angin terhadap roket, seberapa besar model tersebut memiliki aerodinamika yang baik, seberapa besar getaran yang diterima roket dan batas toleransi yang bisa diterima dan sebagainya. Sebab bila roket mengalami getaran hebat maka akan sangat membahayakan. "Tes aeroakustik akan diselesaikan di NASA's Ames Research Center untuk meneliti ketidakstabilan aerodinamika," ungkap John Blevins selaku pemimpin departemen Aerodinamika dan akustik di NASA's Marshall Space Flight Center, Alabama.

Setidaknya ada empat variasi model kargo dan misi berawak dicoba dalam terowongan angin termasuk dengan mensimulasikan roket membawa kargo seberat 77 ton. Getaran yang muncul dari uji coba akan dianalisa. "karena getaran sangat terlokalisasi, maka ia dapat mempengaruhi bagaimana hardware pada roket dapat bekerja, ucap Andy Herron analis aeroakustik NASA. "Tugas kami adalah merancang sesuatu seperti kotak avionik. Kita akan menentukan bagimana perangkat keras atau hardware ditempatkan pada kendaraan agar tetap berfungsi dengan baik," tambah Andy.

Tes yang dilakukan daam terowongan angin sangat ekstrem. Roket SLS diuji dengan angin berkecepatan hingga 850 meter per detik. Harapannya calon roket terbesar di dunia itu bisa terbang dengan baik pada 2021 nanti.

Sumber: www.astronomi.us

Artikel 1

Artikel saya yang pertama ini di laman blog baru hanya ingin menuliskan bahwa saya Indri Trisusiyanti sedang berlatih membuat blog bersama teman-teman Guru Kosayu 2.
Antara lain:
  1. Pak Hendro
  2. Bu Filda
  3. Bu Rika
  4. Pak Eko
  5. Pak Bruno (now absent)
bersama pengajarnya yang bernama Pak Edy (LPK).

Selamat belajar (buat saya dan teman-teman semua) !!!